Sunda Kelapa — Desa Sunda Kelapa, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah, menjadi salah satu desa yang mendapat kehormatan menyandang predikat “Desa Pancasila.” Julukan ini diberikan karena masyarakatnya dikenal memiliki toleransi tinggi dan semangat persatuan dalam keberagaman budaya serta kepercayaan.
Di desa ini, masyarakat hidup berdampingan dengan damai meski berasal dari latar belakang agama yang beragam — Islam, Kristen, hingga Hindu. Perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang, justru mempererat hubungan sosial dan memperkuat nilai gotong royong yang menjadi ciri khas warga Desa Sunda Kelapa.
Kehidupan sosial masyarakat berjalan harmonis. Warga saling membantu dalam berbagai kegiatan, baik dalam bentuk kerja bakti lingkungan maupun dukungan antarumat beragama saat perayaan keagamaan. Tradisi gotong royong juga terlihat kuat dalam setiap kegiatan sosial, budaya, dan keagamaan tanpa memandang perbedaan keyakinan.
Menurut Gunadi, salah satu tokoh masyarakat sekaligus Kepala Dusun di Desa Sunda Kelapa, warga memiliki kesadaran tinggi untuk menghormati aturan dan ajaran masing-masing agama.
“Kami selalu menjunjung rasa saling menghargai. Misalnya, ketika kami diundang ke acara ibadah umat Hindu atau Kristen, kami akan bertanya terlebih dahulu apakah diperbolehkan hadir. Semua dilakukan dengan rasa saling menghormati,” jelas Gunadi.
Hal senada disampaikan oleh I Dewa Gede Ardana, tokoh agama Hindu di Desa Sunda Kelapa. Ia menuturkan bahwa warga dari berbagai agama selalu menunjukkan semangat kebersamaan dan saling membantu dalam kegiatan adat dan keagamaan.
“Jika ada upacara ngaben, banyak anak muda yang turut membantu, bukan hanya dari umat Hindu saja. Ini menunjukkan bahwa kerukunan dan saling menghargai sudah menjadi budaya di desa ini,” ujarnya.
Keunikan Desa Sunda Kelapa juga terlihat dari keberadaan kompleks pemakaman tiga agama yang berdampingan serta rumah-rumah ibadah antaragama yang letaknya saling berdekatan tanpa pernah terjadi gesekan atau perselisihan. Semua berjalan dengan damai, mencerminkan nilai-nilai luhur Pancasila yang benar-benar hidup di tengah masyarakat.
Dengan semangat persatuan dalam perbedaan, Desa Sunda Kelapa menjadi contoh nyata bagaimana nilai-nilai Pancasila dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari — membangun harmoni, memperkuat kebersamaan, dan menjaga kedamaian antarwarga.







